Metode eklektik dalam bahasa Arab memiliki nama “Thariqah Al-Intiqaiyyah” yang pada penerapannya, metode ini banyak menekankan pada keterampilan mendengar (maharat istima’), ketrampilan berbicara (maharat kalam), keterampilan membaca (maharat qiroah) dan keterampilan menulis (maharat kitabah). Metode eklektik muncul akibat ketidakpuasan para pemelajar terdahulu terhadap metode-metode lain yang sudah ada sebelumnya. Munculnya metode baru menggabungkan kekuatan dan menambal kelemahan metode lama. Sejarah mengenai metode pembelajaran bahasa asing terus berkembang dari tahun ke tahun. Kemunculan metode baru merupakan bentuk upaya dari para peneliti untuk melengkapi metode pembelajaran yang telah ada sebelumnya. Hal itu terus menerus dilakukan agar terciptanya pembelajaran bahasa yang sesuai dengan target dan tujuan pembelajaran bahasa tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan secara holistik dan mendalam terkait penerapan metode eklektik pada mata kuliah Al-Arabiyyah lil Muyassarah pada mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor. Kesimpulannya Permasalahan pembelajaran yang dialami dan yang dirasakan partisipan adalah kurangnya kosakata bahasa Arab yang diketahui partisipan (41%), kurangnya motivasi belajar (24%), kesulitan menulis bahasa Arab dengan benar (22%), kesulitan menghafal kosakata bahasa Arab (9%) dan tulisan di papan tulis yang kurang jelas sebanyak 4%. Terakhir, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode eklektik cukup efektif dalam mendukung pembelajaran bahasa Arab yang variatif sehingga pembelajaran berjalan menyenangkan dan jauh dari rasa bosan.
Copyrights © 2024