Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu komponen yang penting untuk dimiliki peserta didik pada abad 21. Kemampuan berpikir kritis dibutuhkan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai macam tantangan pada era globalisasi yang semakin kompleks. Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan dengan menerapkan model pembelajaran konstruktivisme. Implementasi pembelajaran konstruktivistik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada kepala bagian kurikulum, dan guru PAI Global Islamic School 3Yogyakarta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam telah melakukan berbagai metode pembelajaran dengan model konstruktivisme. Terdapat lima metode yang guru lakukan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa antara lain Summary Book, desain poster, mind mapping, pembuatan madding dan debat. Semua metode pembelajaran yang dilakukan tidak lain berfungsi sebagai sarana agar siswa dapat mengoptimalkan kemampuan berfikir kritis berdasarkan hasil pemahaman yang telah mereka bangun sendiri.
Copyrights © 2024