Pemahaman terhadap konsep takdir memunculkan berbagai pandangan, antara lain pemahaman takdir perspektif Mu’tazilah dan perspektif Asy’ariyah yang dipandang paling berhasil mengembalikan pemahaman takdir sesuai Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua pandangan golongan ini tidak hanya berhenti dalam pemikiran saja tetapi memiliki pengaruh terhadap daya produktivitas manusia. Harun Nasution berupaya menengahi kedua paham ajaran tersebut supaya lebih rasional dan tekstual dalam memahami Takdir. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pandangan teologi Harun Nasution sebagai tokoh modern dan pembaharu Islam di Indonesia dalam menjelaskan Takdir. Metode penulisan adalah deskriptif analisis. Hasil dari analisis bahwa dalam memahami takdir dan sunnatullah harun menegaskan untuk menggunakan nalar karena ini akan mempengaruhi sifat produktif umat yang akan berdampak pada perkembangan dan kemajuan ummaIslam. Pandangan Harun Nasution ini melahirkan istilah baru yang disebut dengan istilah Takdir Produktif yaitu pemahaman terhadap takdir yang dapat mengantarkan manusia pada kehidupan kemasyrakatan yang lebih maju dan berkembang, dan menjadi lebih produktif dalam mengelolah kehidupannya.
Copyrights © 2024