ROA merupakan alat untuk mengukur efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Semakin tinggi rasio maka semakin baik asset dalam memperoleh keuntungan bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Retrun On Asset (ROA) pada Bank Umum Syariah tahun 2021-2023. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan purposive sampling dengan menggunakan 12 sampel penelitian. Jenis data dalam penelitian ini data sekunder dari laporan keuangan Bank Umum Syariah tahun 2021-2023 yang diakses melalui website masing-masing bank. Data yang doperoleh kemudian di olah menggunakan Eviwes 9. Analisis data yang digunakan Metode regresi data panel, Uji Asumsi Klasik, uji t, uji f, uji l dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BOPO dan NPF secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Retrun On Asset (ROA) dengan signifikansi 0,00000 < 0,05, secara parsial BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap Retrun On Asset dengan nilai signifikansi 0,0000 < 0,05 dan nilai koefisien sebesar -0,043307 yang menunjukkan arah negative, NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap Retrun On Asset, nilai signifikansi NPF 0,3295 > 0,05 dan nilai koefisien sebesar 0,288819 menunjukkan arah positive.
Copyrights © 2025