Proses pembelajaran memerlukan bahan ajar yang mendukung, salah satunya adalah modul. Modul dirancang secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami agar siswa dapat belajar mandiri. Observasi di SMP Negeri 7 Wasile Selatan menunjukkan bahwa pelajaran IPA masih bergantung pada buku teks dengan minimnya bahan ajar pendukung seperti modul. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul IPA berbasis pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Nusa Ambu dan mengukur validitasnya. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan R&D dengan model ADDIE, yang meliputi Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Namun, karena pembatasan pandemi COVID-19, penelitian hanya dilakukan hingga tahap Design dan Development. Validasi menunjukkan tingkat kelayakan modul mencapai 91,66% untuk aspek materi (sangat layak) dan 78,57% untuk aspek desain dan bahasa (layak). Hasil penelitian merekomendasikan uji coba lapangan untuk mengukur efektivitas modul.
Copyrights © 2023