Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan bahasa sarkasme dalam jejaring sosial Facebook serta mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang terjadi di platform tersebut. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari pengguna Facebook tanpa batasan usia, yang diambil secara acak dari unggahan, status, komentar, dan percakapan netizen pada periode Juni hingga Agustus 2023 yang berkaitan dengan penggunaan bahasa sarkasme. Teknik pengumpulan data meliputi tangkapan layar dan pencatatan data dari kolom komentar, unggahan, status, dan percakapan di Facebook. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori linguistik forensik dan teori kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kesantunan berbahasa, seperti maksim simpati, kebijaksanaan, kerendahan hati, kedermawanan, penghargaan, dan kecocokan. Mayoritas pelanggaran terjadi pada maksim simpati, menunjukkan kecenderungan pengguna Facebook untuk menggunakan bahasa yang mengejek, mencaci, dan merendahkan lawan tutur. Kesadaran pengguna media sosial, khususnya Facebook, perlu ditingkatkan guna membangun komunikasi yang harmonis dan meminimalisir pelanggaran kesantunan berbahasa.
Copyrights © 2024