Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM MIMPI KECIL TITA KARYA DESI PUSPITASARI Syifa Fauzia Chairul; Darsita Darsita Suparno; Santje Iroth; Donald Matheos Rattu
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.19327

Abstract

Abstract: Many experts have observed the main character's internal conflict, however their analysis has not explained the conflict form that has an impact on the mental state of the child.  This study aims to analyze: a) form of inner conflict experienced by the main character in the novel Mimpi Kecil Tita, b) find out what factors cause internal conflict in the novel Mimpi Kecil Tita?  Sigmund Freud’s Psychoanalytic theory is used to reveal internal conflict and several factors that cause it.  Descriptive qualitative analysis was used as a research method. Overall, these results indicate that fears, anxiety, absence, and hopes are identified as conflict settings referring to the concepts of approach-avoidance and avoidance-avoidance. Viewed from the concept of approaching-avoidance (approach-avoidance) and broad-away (avoidance-avoidance) refers to anxiety, failure, pain, cunning based on the impact of personality or id.  The facts of the story show the Ego is miserable. This misery causes an inner conflict is identified as the avoidance of desire (approach-avoidance) marked by the confused id.  The form of Superego conflict in Tita is feelings of suffering, anger at someone, and hurt.  Four factors that cause internal conflict, namely economic hardship, dishonesty, frustration, and hurt feelings.Abstrak: Penelitian yang mengkaji konflik internal tokoh utama telah banyak dilakukan para ahli, namun analisis mereka terhadap konflik internal tokoh utama belum menjelaskan bentuk konflik yang berdampak pada keadaan jiwa anak. Teori Psikoanalis dari Freud digunakan untuk mengungkap tikai batin dan aneka faktor penyebab konflik. Analisis kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian.  Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan ketakutan, kegalauan, ketiadaan, dan berharap diidentifikasi sebagai tatanan konflik merujuk kepada konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance), dan konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance). Ditinjau dari konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance) dan menjauh-menjauh (avoidance-avoidance) merujuk kepada kecemasan, kegagalan, kepedihan, kelicikan didasarkan adanya dampak personalitas atau id. Fakta cerita menunjukkan Ego sengsara. Kesengsaraan itu menimbulkan konflik batin yang diidentifikasi sebagai penghindaran diri dari keinginan (appproach-avoidance) ditandai oleh id yang merasa kebingungan. Wujud konflik superego dalam diri Tita adalah perasaan penderitaan, marah pada seseorang, dan sakit hati. Faktor-faktor yang menimbulkan konflik internal ada empat yaitu kesulitan ekonomi, ketidakjujuran, frustasi, dan sakit hati. 
Reduplication of Mongondow Language Donal Matheos Ratu; Mister Gidion Maru
Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature Vol 17, No 2: December 2017, Nationally Accredited
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.92 KB) | DOI: 10.24167/celt.v17i2.1187

Abstract

This study aims at describing the reduplication of Mongondow and its meanings. The method used in this research is descriptive method in taxonomy that is an elaboration by classifying elements of language according to hierarchical relationship. Data were obtained through primary and secondary data sources. Primary data were collected through interviews with five informants chosen from Tutuyan region, of Tombolikat village, who are active speakers of Bolaang Mongondouw language. Secondary data were gathered through a text study. The results show that the formation of Mongondow words can be done by reduplication, either whole or complete reduplication and partial reduplication consisting of reduplication of deletion on the word base, reduplication of initial syllable and affixed reduplication. The reduplication of Mongondow language has the following meanings: (1) to declare uncertain plurality, (2) to declare reciprocal meaning, (3) to declare collective and distributive meaning, (3) to declare command or advice, (4) to declare the tool, (5) to declare the place (6) to declare about superlative, (7) to declare about more quality, and (8) to state the meaning of an action done with pleasure or comfort.
PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI SMP NEGERI KEMBES Donal Ratu
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.78 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i2.1053

Abstract

Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan perlu menjadi perhatian khusus, dikarenakan perannya sebagai fasilitator dan pelayan pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan perlu diberikan ruang lebih untuk mengupayakan pengembangan profesionalnya. Pembinaan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan juga sangat diperlukan guna menyempurnakan proses penyelenggaraan pendidikan serta menjaga kualitas mutu pendidikan anak usia dini. Akan tetapi, tantangan besar bagi pendidik dan tenaga kependidikan di SMP N kembes saat ini berasal dari kualifikasi dan juga berasal dari arus gelombang teknologi dan informasi. Perlu adanya peningkatan mutu pendidikan, upaya yang perlu dilakukan pendidik dan tenaga kependidikan diorientasikan kepada peningkatan kualifikasi dan juga diperlukan adanya pembinaan yang berkelanjutan dari pengawas maupun pemerintah. Harapannya dengan pengelolaan yang baik terhadap pendidik dan tenaga kependidikan dapat memacu motivasi kerja guna tercapainya tujuan pendidikan. Tingkat efektivitas dan efisiensi hasil pendidikan nasional dapat dioptimalkan melalui peningkatan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan. Profesionalitas dan kualitas dapat terjaga melalui peningkatan kualifikasi, pembinaan, dan pengembangan keprofesionalan serta kinerja yang baik. Untuk menjaga mutu manajemen harus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan secara sungguh-sungguh melalui pembinaan, pelatihan, mentoring kepada seluruh komponen lembaga atau sekolah terutama staf-staf didalam lembaga pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pengetahuan tentang peningkatan mutu pendidikan, upaya yang perlu dilakukan pendidik dan tenaga kependidikan diorientasikan kepada peningkatan kualifikasi dan memekali pengetahuan tentang strategi pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran
PERSEPSI MAHASISWA PADA PERKULIAHAN DARING DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FBS UNIVERSITAS NEGERI MANADO Sherly F Lensun; Donal M Ratu
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 1 No. 3 (2021): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.568 KB) | DOI: 10.36582/soculijrccsscli.v1i3.2642

Abstract

Perkuliahan online atau yang biasa disebut daring merupakan salah satu bentuk pemanfaatan internet yang dapat meningkatkan peran mahasiswa dalam proses pembelajaran. Analisis deskriptif pada penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa Prodi Pend. Bahasa Jepang FBS UNIMA mengenai model pembelajaran daring terkait pemanfaatan media, gaya belajar, dan jenis komunikasi tertentu yang digemari mahasiswa untuk membantu mereka menghasilkan output yang lebih baik dari kegiatan belajar mengajar secara daring. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 165 mahasiswa Prodi Pend. Bahasa Jepang FBS UNIMA yang telah terlibat dalam pembelajaran daring selama masa karantina Covid-19. Hasilnya didapatkan bahwa media pembelajaran daring yang paling digemari ialah whatsapp dan Google Classroom. Sebesar 53% dari mahasiswa Prodi Pend. Bahasa Jepang FBS UNIMA sudah mengenal berbagai media pembelajaran daring tersebut sebelum perkuliahan daring dimulai. Selain itu, pola komunikasi yang paling diminati oleh mahasiswa ialah pola semi dua arah. Diperlukan adanya penelitian lebih lanjut terhadap penelitian pembelajaran daring dengan berbasis masalah, kolaboratif, dan model lainnya.
Peningkatan kemampuan Menulis Dalam Pembelajaran yang Menggunakan Media Gambar untuk Siswa Tunarungu SLB Finjili di Pulau Lembeh Fisia Malonda; Mayske Liando; Donal M. Rattu
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.1685

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi siswa Tunarungu SLB Finjili di Pulau Lembeh dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan November sampai Desember 2021 dan telah mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan teori dan metode yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) dengan deskriptif kualitatif. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi untuk mendapatkan nilai rata-rata dari seluruh siswa yang ada di kelas Tunarungu. Dari hasil observasi peneliti mendapatkan nilai 57.86% dari jumlah 14 orang siswa dan belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari hasil observasi peneliti telah mendapatkan acuan untuk melakukan penelitian dengan Siklus I. Hasil dari Siklus I telah menunjukan peningkatan dan mendapatkan nilai 60.5% namun hasil tersebut belemu memenuhi standar nilai yang ada. Dilanjutkan dengan Siklus II dan mendapatkan hasil yang telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal dengan nilai 82.29%. Hasil yang telah didapatkan sangat memuaskan sehingga peneliti mengakhiri penelitian tersebut dengan harapan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat mempertahankan metode yang digunakan peneliti, menulis puisi dengan menggunakan media gambar. Peneliti berharap guru dan siswa dapat bekerjasama untuk mempertahnkan atau lebih meningkatkan lagi proses Kegiatan Belajar Mengajar. (KBM).
Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks dengan Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Inpres Maliku Fitria E. W. Tumewang; Donal M. Ratu; Mayske R. Liando
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.1719

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca teks dengan menggunakan metode demonstrasi di Sekolah dasar Inpres Maliku Amurang khususnya pada kelas IV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) deskriptif kualitatif. Sebelum melakukan penelitian, penelitian melakukan observasi atau melihat keadaan sekolah dan kelas yang ada serta melihat permasalahan yang terjadi [ada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Siklus I dan II, pada tahap Siklus I peneliti belum menemukan nilai yang sesuai dengan standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sehingga peneliti melakukan Siklus yang II untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Siklus I, peneliti mendapatkan hasil presentase 62.5% dan belum memenuhi KKM yang ada di sekolah. Sedangkan KKM yang dituntut dari sekolah 75. Siklus II dilanjutkan dengan mengacu pada langkah-langkah sesuai dengan Siklus I dan peneliti mendapatkan hasil yang signifikan yaitu 80.62%. Setelah mendapatkan hasil yang memuaskan peneliti mengakhiri penelitian ini karena sudah mendapatkan nilai yang melampaui standar nilai sekolah. Hasil sangat memuaskan sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian dapat menyelesaikan penelitian ini. Peneliti berharap bagi guru kelas khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat melanjutkan metode yang digunakan oleh peneliti agar dapat mempertahankan nilai yang sudah dihasilkan oleh siswa. Nilai yang sudah didapat diharapkan dapat lebih dikembangkan untuk prestasi siswa juga sekolah. Sanagt diharapkan guru dan siswa dapat bekerjasama untuk lebih ditingkatkan lagi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
PENGGUNAAN DIKSI DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP Kenny Gloria Runtu; Donal Mateos Ratu; Wimsje Revlin Palar
KOMPETENSI Vol. 2 No. 03 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36582/kompetensi.v2i03.4752

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang jenis diksi dan makna diksi yang dipakai dalam unggahan status Facebook oleh masyarakat Kelurahan Kayawu Kota Tomohon serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah media sosial Facebook masyarakat Kelurahan Kayawu Kota Tomohon. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan wawancara.. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh juga temuan jenis diksi yang digunakan dalam unggahan status Facebook oleh masyarakat Kelurahan Kayawu Kota Tomohon. Dalam 20 status yang diunggah oleh masyarakat Kelurahan Kayawu Kota Tomohon pada bulan Maret sampai dengan April, peneliti menemukan ada 9 jenis diksi yang dipakai. Jenis diksi yang dipakai dalam status Facebook antara lain kata bersinonim, kata asing, kata serapan, kata tidak baku, kata umum, kata ilmiah, kata slang, kata jargon, kata populer dan kata konotasi. Dengan adanya temuan ini, menandakan bahwa belajar diksi tidak selamanya hanya bersumber dari buku teks pelajaran saja, tetapi bisa juga memanfaatkan media sosial facebook, karena nyatanya terdapat beragam diksi yang dipakai oleh pengguna media sosial Facebook ketika mengunggah status untuk mengutarakan apa yang sedang dipikirkan, dirasakan dan diinginkan oleh setiap pengguna media sosial Facebook. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa media sosial Facebook dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa mengenai jenis-jenis diksi yang ada.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CITIZEN PROSEDUR Andre Gunawan Herung; , Donal M. Ratu; Intama J. Polii
KOMPETENSI Vol. 2 No. 04 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36582/kompetensi.v2i04.4798

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan model pembelajaran citizen prosedur serta kemampuan menulis setelah pembelajaran pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tondano. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 6 Tondano yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan model citizen prosedur telah terlaksana dengan baik dannilai rata-rata siswa yaitu 80,8% dengan kategori mampu dalam menulis teks prosedur. Pada aspek isi, nilai rata-rata siswa adalah 86,5% atau dalam kategori mampu. Pada aspek struktur, nilai rata-rata siswa adalah 98% atau dalam kategori sangat mampu. Pada aspek kaidah penulisan, nilai rata-rata siswa adalah 67% atau dalam kategori cukup mampu, dan pada aspek ciri kebahasaan nilai rata-rata siswa adalah 75,6% atau dalam kategori cukup mampu.
MAKNA SOSIAL BUDAYA TUTURAN DALAM ADAT PERKAWINAN MONGONDOW Santia Koagow; Donald Rattu; Theresye Wantania
KOMPETENSI Vol. 2 No. 8 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk (1) mendeskripsikan bentuk tuturan sebagai pencerminan nilai sosial budaya perkawinan masyarakat Mongondow. (2) mendeskripsikan implikasinya bagi pembelajaran karakter di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah pemangku adat yang berperan dalam prosesi perkawinan masyarakat Mongondow. Untuk mengumpulkan data, teknik yang digunakan ialah observasi, rekam dan dokumen. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yakni teknik kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1) Nilai sosial budaya yang terkandung dalam tuturan upacara adat perkawinan Bolaang Mongondow dapat diklasifikasi atas (1) Tindak bahasa, yang meliputi, (a) tindak perfomatif implisit mengucapkan (kata mengucapkan tidak disebutkan) dengan mengatasnamakan Tuhan, (b)Tindak performatif implisit mengucapkan (kata mengucapkan tidak disebutkan) salam dan (c) Memerintahkan dengan modus memintakan dengan kata ‘ kalau boleh’. (2) Penggunaan diksi eufimistis adat dalam konteks ini mencakup ‘uang dan benda lainnya’. (3) Bentuk penyambung bahasa digunakan secara metaforis untuk makna penyampai bahasa atau maksud. (4) Penggunaan bentuk kaki tangan yang berkonotasi pengganti orang tua pengantin. 2) Melalui adat perkawinan Bolaang Mongondow, nilai-nilai tradisional dapat dipahami, cara bertutur yang santun, cara memilih kata yang halus, menggunakan gaya bahasa, dan sebagainya yang tercermin melalui adat perkawinan tersebut merupakan salah satu nilai yang dapat diberikan atau diajarkan pada peserta didik dalam rangka pembentuk karakter siswa.
ASPEK NASIONALISME DALAM FILM “TANAH SURGA…KATANYA” KARYA HERWIN NOVIANTO DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH. Hafli L. Korah; Donal M. Ratu; Intama J. Polii
KOMPETENSI Vol. 2 No. 11 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Aspek Nasionalisme Dalam “Film Tanah Surga, Katanya” Karya Herwin Novianto dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra Indonesia Di Sekolah. Latar belakang penelitian ini beranjak dari ketertarikan terhadap karya sastra yang berlatar tentang nasionalisme masyarakat yang mengalami pergeseran di pelosok perbatasan Indonesia dan Malaysia. Rumusan masalah penelitian: bagaimanakah aspek nasionalisme dan implikasi terhadap pembelajaran sastra Indonesia di sekolah dalam film “Tanah Surga, Katanya” karya Herwin Novianto. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan masalah tersebut secara terperinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi sastra menurut Wellek dan Warren dan teori nasionalisme menurut Boyd C. Shafer. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah film Tanah Surga, Katanya yang berdurasi 90 menit. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa beberapa potongan kutipan dan adegan yang menunjukkan aspek nasionalisme dari tokoh Hasyim, Astuti, dan Anwar maupun tidak menunjukkan aspek nasionalisme dari tokoh Hasyim agar bisa mengajak para siswa mengapresiasi karya sastra dan mengamalkan aspek-aspek nasionalisme.