Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi remaja di pusat kota Tondano terhadap kenakalan remaja yang digambarkan dalam film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi kompleksitas persepsi dan reaksi remaja terhadap film. Data primer diperoleh dari 16 remaja melalui angket terbuka, sementara data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini mencerminkan realitas sosial kompleks, terutama terkait pergaulan remaja, pernikahan dini, dan kehamilan di luar pernikahan. Film ini juga menyoroti peran orang tua dan lingkungan dalam membentuk perilaku remaja, serta norma-norma sosial yang masih memengaruhi keputusan dalam masyarakat. Meskipun demikian, film ini juga menggambarkan perkembangan karakter tokoh-tokohnya dan menyampaikan pesan moral tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan kedewasaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang persepsi remaja terhadap kenakalan remaja dan nilai-nilai yang terkandung dalam film.
Copyrights © 2024