Komunikasi dan promosi warisan budaya menjadi salah satu bentuk manajemen warisan budaya yang penting saat ini. Rancangan dan penerapannya perlu dipersiapkan dan diimplementasikan dengan baik agar membawa dampak positif bagi objek arkeologis yang dikelola. Salah satu bentuk manajemen yang dapat diajukan adalah merancang kegiatan wisata edukasi di Candi Muara Takus. Kajian ini bertujuan untuk memberikan opsi manajemen komunikasi dan promosi warisan budaya yang dapat diterapkan di Indonesia. Kajian ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan prinsip-prinsip komunikasi, pemasaran, dan pendidikan. Proses perancangan kajian ini mempertimbangkan multiple intelligence, generic learning outcomes, dan pendekatan 7 Ps sebagai landasan dasar untuk mempersiapkan segala bentuk kegiatan dan elemen-elemen terkait lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan wisata edukasi di Candi Muara Takus berpotensi untuk dikembangkan agar dapat menumbuhkan minat pengunjung dalam memahami dan menghargai warisan budaya Indonesia secara langsung. Rancangan ini juga menjadi upaya yang komprehensif dan berkelanjutan dalam mengenalkan serta memperkuat kesadaran akan pentingnya warisan budaya dan keberagaman budaya Indonesia di kalangan generasi muda. Dengan demikian, penerapan kegiatan wisata edukasi ini dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam manajemen komunikasi dan promosi warisan budaya, yang tidak hanya memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung, tetapi juga mendukung pelestarian dan peningkatan apresiasi terhadap warisan budaya bangsa.
Copyrights © 2024