Background: The main treatment for typhoid fever is antibiotics. The use of appropriate antibiotics is needed to overcome the problem of antibiotic resistance. Therefore, activity is needed to guarantee the quality of the use of appropriate and rational drugs, one of which is the Evaluation of Drug Use (EPO). Research conducted by Hasyul et al. (2019) from the evaluation of drug use in Cibatu, Tarogong, and Cisarupan Health Centers in Garut Regency in January-December 2017, 96.68% of patients were right using antibiotics, 58.27% were antibiotics, 63.32% were right dose, and 49.75% duration of administration. Purpose: To determine the use of antibiotics in typhoid fever in terms of various literature. Method: Qualitative with literature study method. Results: Based on gender the most percentage was female at 51,496%. Based on the age of at most from 5-24 years at 56,894%. Of the five studies, including 3 studies with the single most antibiotic used for the treatment of typhoid fever, ceftriaxone. Whereas the other 2 studies were the most antibiotic trials, namely cefotaxime. Based on exactly above, at the highest level in the research of Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., Widodo, and Hapsari as much as 100%. Based on the highest number of patients in the Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., And Hapsari studies, 100%. Based on the exact results of the highest in the study of Hapsari amounted to 97.62%. Based precisely on the highest results in the study of Athaya et al. 80%. Keywords: Evaluation; Aantibiotics;Ttyphoid fever Pendahuluan: Pengobatan utama untuk demam tifoid adalah dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan untuk menjamin mutu penggunaan obat yang tepat dan rasional, salah satunya adalah Evaluasi Penggunaan Obat (EPO). Penelitian yang dilakukan Hasyul tahun 2019 dari hasil evaluasi penggunaan obat di Puskesmas Cibatu, Tarogong, dan Cisarupan di Kabupaten Garut pada Januari-Desember 2017, didapatkan 96,68% pasien tepat indikasi pemberian antibiotik, sebanyak 58,27% tepat antibiotik, sebanyak 63,32% tepat dosis, dan 49,75% tepat lama pemberian. Tujuan: Mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus demam tifoid ditinjau dari berbagai literatur. Metode: Kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil dan Simpulan: Berdasarkan jenis kelamin persentase paling banyak yaitu perempuan sebesar 51,496%. Berdasarkan usia persentase paling banyak berusia 5-24 tahun sebesar 56,894%. Dari lima penelitian, terdapat 3 penelitian dengan persentase antibiotik tunggal terbanyak yang digunakan untuk terapi demam tifoid yaitu seftriakson. Sedangkan 2 penelitian lainnya persentase antibiotik terbanyak yaitu sefotaksim. Berdasarkan tepat indikasi persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., Widodo, dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat pasien persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat obat persentase teringgi yaitu pada penelitian Hapsari sebanyak 97,62%. Berdasarkan tepat dosis persentase tertinggi yaitu pada penelitian Athaya et al. sebanyak 80%. Kata kunci: Evaluasi; Antibiotik; Demam Tifoid
Copyrights © 2024