Dialektika Hegel merupakan konsep fundamental dalam pemikiran filsafat yang menjelaskan perkembangan ide melalui proses tesis, antitesis, dan sintesis. Proses dialektis ini tidak hanya berlaku untuk perkembangan ide, tetapi juga untuk memahami sejarah dan perubahan sosial. Hegel melihat sejarah sebagai ekspresi dari perkembangan kesadaran manusia, di mana konflik dan pertentangan menjadi pendorong utama menuju kebebasan dan rasionalitas. Dalam konteks modern, dialektika Hegel tetap relevan untuk menganalisis berbagai konflik sosial, politik, dan ideologis yang muncul dalam masyarakat. Meskipun konsep ini mendapat kritik, terutama dari Karl Marx yang menekankan pada materialisme, dialektika Hegel menawarkan kerangka untuk memahami dinamika perubahan. Jurnal ini mengkaji konsep dan prinsip dasar dialektika Hegel, penerapannya dalam sejarah, relevansinya di era modern, serta kritik yang dihadapinya, untuk menunjukkan bagaimana pemikiran ini tetap berkontribusi dalam memahami transformasi sosial dan intelektual saat ini.
Copyrights © 2024