Penelitian ini membahas penggunaan al-Jinas ma’nawi, khususnya jenis idhmar dan isyarah, dalam Surah Al-Hadid ayat 25 dan Surah Al-Baqarah ayat 158. Al-Jinas merupakan teknik bahasa dalam ilmu balaghah yang menciptakan kesamaan bunyi antara dua kata dengan makna yang berbeda, yang bertujuan untuk memperindah teks dan memperkuat pesan yang disampaikan. Dalam Al-Qur'an, teknik ini digunakan untuk menekankan pesan moral dan spiritual, serta memperkaya makna wahyu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menganalisis penerapan al-Jinas dalam kedua ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Surah Al-Hadid ayat 25, al-Jinas idhmar digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antara berbagai wahyu yang membawa petunjuk, sedangkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 158, al-Jinas isyarah mengisyaratkan kesatuan antara dua tempat yang berbeda dalam ritual ibadah haji. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan al-Jinas dalam Al-Qur'an tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memperkuat pesan moral dan spiritual yang ingin disampaikan. Disarankan untuk memperdalam pemahaman al-Jinas guna mengungkap keindahan dan kekuatan retoris bahasa Al-Qur'an dalam komunikasi dan pengajaran agama. Kata Kunci: Al-Jinas Ma’nawi, Idhmar, Isyarah, Al-Qur'an, Bahasa, Balaghah
Copyrights © 2025