Penelitian ini menginvestigasi dampak suhu terhadap sensor MQ-135 dalam mendeteksi gas CO2. Sensor ini bekerja dengan prinsip elektrokimia dan menggunakan bahan sensitif seperti Stannum dioksida (SnO2). Metode penelitian meliputi studi kasus, perancangan dan pengujian sistem, serta analisis data. Pengujian dilakukan pada berbagai suhu untuk menyalakan respon sensor. Hasilnya menunjukkan bahwa suhu mempengaruhi kemampuan deteksi gas CO2 oleh sensor. Kadar mendeteksi cenderung menurun pada suhu rendah dan meningkat pada suhu tinggi. Dengan demikian, variasi suhu berdampak pada kinerja sensor MQ-135 dalam deteksi CO2, dengan suhu optimal sekitar 20°C. Kesimpulan ini didasarkan pada observasi bahwa perubahan suhu mempengaruhi sensitivitas sensor terhadap gas CO2.
Copyrights © 2024