Florikultura, sebagai salah satu sektor pertanian yang kaya akan potensi artistik dan ekonomi telah menjadi sorotan utama dalam transformasi digital yang tengah berlangsung. Pada tahun 2021, volume ekspor tanaman hias mencapai puncaknya dengan angka mencapai 20.300 ton, menandai peningkatan sebesar 11,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peluang strategi pengembangan produk yang sesuai dengan tren dan kebutuhan pasar digital e-commerce tanaman hias. Landasan pengembangan aplikasi e-commerce tanaman hias adalah design thinking. Metode dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada 35 orang responden dan wawancara mendalam kepada 7 responden yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Penelitian tersebut melihat permasalahan yang dialami pengguna saat berbelanja tanaman hias secara online, diantaranya kurangnya informasi mendetail tentang tanaman dan perawatannya, masih terbiasa dengan pembelian offline, tidak mengetahui tanaman yang cocok untuk dibeli, pengiriman produk yang tidak pasti, tidak bisa menawar harga, tidak ada jaminan layanan pasca jual.
Copyrights © 2024