UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyatakan komitmennya untuk menjadi universitas inklusif pada tahun 2007 dengan pendirian Pusat Layanan Disabilitas. Namun, desain tata ruang kampus saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan mahasiswa tunarungu, terutama dalam hal orientasi spasial dan kemandirian. Desain lingkungan yang inklusif sangat penting untuk menciptakan rasa aman, nyaman, dan setara bagi semua pengguna, termasuk mahasiswa tunarungu. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami persepsi mahasiswa tunarungu terhadap desain tata ruang kampus dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian dan kepercayaan diri mereka dalam beraktivitas di lingkungan kampus. Melalui studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman langsung mahasiswa tunarungu dalam berinteraksi dengan lingkungan kampus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi desain tata ruang yang lebih inklusif, sehingga mahasiswa tunarungu dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan kampus, sekaligus berkontribusi pada pengembangan kampus yang benar-benar inklusif bagi semua mahasiswa.
Copyrights © 2024