Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pola komunikasi tokoh adat Bugis kepada masyarakat dalam pelestarian tradisi Mappadendang studi di Desa Wunggoloko Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur dan apa saja faktor pendukung dalam pelestarian tradisi Mappadendang tersebut. Tradisi Mappadendang merupakan upacara adat menumbuk padi yang dilakukan untuk merayakan hasil panen. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data-data yang diambil dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini berjumlah 10 orang masyarakat di Desa Wunggoloko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat Bugis berperan sebagai komunikator yang menyampaikan pesan mengenai pentingnya pelestarian tradisi Mappadendang dengan pendekatan komunikasi vertikal yang mengalir dari atas ke bawah (downward communication). Pesan disampaikan melalui saluran primer (lisan) dan sekunder (tulisan), seperti tudang sipulung (duduk bersama), demonstrasi langsung, dan surat undangan. Penerima pesan, yaitu masyarakat Desa Wunggoloko, termasuk petani dan generasi muda. Efeknya menunjukkan peningkatan pemahaman, sikap positif, dan tindakan nyata terkait pelestarian tradisi. Faktor pendukung meliputi partisipasi masyarakat, pendanaan, media, dan dukungan pemerintah desa. Keseluruhan, pola komunikasi ini terbukti efektif dalam mempengaruhi pemahaman, sikap, dan tindakan masyarakat terhadap pelestarian tradisi Mappadendang.
Copyrights © 2024