Anak adalah anugerah terbesar dari Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga penanaman nilai agama pada mereka sangat penting. Proses ini memerlukan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menelusuri pola komunikasi keluarga dalam penanaman nilai agama di Desa Mulia Jaya, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur. Subjek penelitian adalah orang tua dengan anak usia 7-13 tahun. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Sugiyono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam penanaman nilai agama sesuai dengan teori komunikasi Antar pribadi Joseph A. Devito. Keterbukaan dalam keluarga dimulai dari komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Komunikasi yang baik dan keterbukaan adalah kunci rumah tangga bahagia, memungkinkan orang tua membantu memecahkan masalah keluarga. Dalam proses belajar anak, orang tua harus memberikan contoh, nasihat, pujian, dorongan, dan perhatian positif. Ini membantu anak merasa percaya diri, termotivasi, serta memahami dan menghargai keberagaman. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola komunikasi keluarga termasuk meluangkan waktu untuk berkomunikasi di rumah, menasihati tanpa terkesan menceramahi, menciptakan lingkungan nyaman, dan memberikan konsekuensi untuk kebohongan anak. Keterbukaan dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak berperan penting dalam menanamkan nilai agama dan membentuk pandangan anak terhadap budaya serta agama yang berbeda.
Copyrights © 2024