Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif komunikasi dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara.Penelitian ini menggunakan teori S-O-R yaitu Stimulus, Organisme, dan Respon diterapkan dalam penelitian ini.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan informan ditentukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah yang efektif dapat menghasilkan lima hasil utama: pengertian, kepuasan, pengaruh sikap, hubungan yang baik, dan tindakan. Komunikasi dakwah oleh PW NU terbukti efektif dalam menyampaikan pengertian kepada mad'u melalui ceramah, serta memberikan pemahaman baru mengenai ilmu agama.Selain itu, komunikasi ini mampu memotivasi mad'u untuk mengambil tindakan positif, yang pada akhirnya berkontribusi pada terbentuknya hubungan yang baik antara da'i dan mad'u.Penelitian ini menekankan pentingnya strategi komunikasi dakwah yang terencana untuk meningkatkan dampak dan kualitas interaksi dalam konteks keagamaan.
Copyrights © 2024