YUSTISI
Vol 11 No 3 (2024)

KONSEP WAKAF AHLI (KELUARGA) MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

Syahrial Iqbal (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2024

Abstract

Wakafi adalahi ibadahi yangi dianjurkani dalami Islam. Sebagaii iibadah maliyah, nilaii ibadahnyai tetapi mengaliri meskii sii ipemberi iwakaf isudah meninggal. Dalami ipraktiknya, wakafi dibagii menjadii duai imacam. Ada iyang sifatnyai wakafi khoiri, dani wakafi ahli. Berbedai dengan iwakaf ikhoiri, iwakaf ahli iini icenderung tidak ibanyak mendapatkan iperhatian ikarena isifat ieksklusifnya, iyaitu ihanya berlaku iuntuk kalangan ikeluarga isaja. Selain iitu ijuga iterjadi iperbedaan pandangan iulama mengenai ikajian iwakaf ijenis iini. Wakaf iuntuk ikeluarga iini secara ihukum iIslam idibenarkan iberdasarkan iHadits iNabi iyang idiriwayatkan oleh iBukhari idan iMuslim idari iAnas ibin iMalik, itentang iadanya iwakaf ikeluarga Abu iThalhah ikepada ikaum ikerabatnya. Rukun iwakaf iahli isama iseperti rukun wakaf khairi, yaitu, Wakif i (iorang iyang iwakaf), maukȗf ibihi (benda iwakaf), maukȗf ialaih (orang iyang idiwakafi), dan iṣigȃt (ucapan iwakaf). Menurut hukum positif keberadaan iwakaf iahli idi iIndonesia idiakui idengan idiundangkannya dalam iUU iNoi. i41 iTahun i2004 itentang iWakaf. Namun idalam ipengelolaani, masih ibelum ijelas iaturannya, sehingga irentan ipada iterjadinya ikonflik. Untuk mengurangi ikonfliki, Akta Ikrar iWakaf iharus ijelas imemuat inazhir idan maukȗf alaih. Disarankan dalam ipengelolaannya ibersifat iproduktif iagar imemberikan manfaat ilebih ibanyak maukȗf ialaih. Kata Kunci: Wakaf Ahli, Hukum Islam dan Hukum Positif.

Copyrights © 2024