Penelitian ini untuk mengetahui dampak yang dialami oleh generasi melinial terhadap biaya perniakahan yang mahal serta faktor yang memengaruhi terhadap mahalnya biaya pernikahan tersebut cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitan lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data ditunjukkan dalam bentuk deskripsi terhadap fakta-fakta yang ditemukan di lapangan melalui proses observasi, wawancara dan dokumtasi terhada beberapa sumber, baik yang jenisnya primer maupun sekunder.Hasilnya dala penelitian ini menyebutkan, bahwa jikaa mengikuti aturan perundang-undangan, biaya akad nikah tersebut gratis dan hanya dikenakan Rp.600.000 apabila dilangsngkan di luar KUA sebagai uang profesi dan transportasi. Namun budaya, gengsi dan mahalnya bahan pokok menjadi faktor terhadap mahalnya prosesi pernikahan saat ini, sehingga keadaan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap generasi melinial untuk segera memutuskan untuk menikah, namun hal tersebut dapat diselesaikan dengan berkomunikasi antar keluarga mempelai, sehingga dapat mengurangi biaya pernikahan.
Copyrights © 2024