Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan daerah terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening. Objek penelitian ini adalah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dengan sampel berjumlah 175 data yang terdiri dari 35 kabupaten/kota selama kurun waktu 2018-2022. Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan program STATA 17. Hasil penelitian ini menunjukan rasio kemandirian keuangan daerah berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan rasio efektivitas PAD dan rasio belanja modal berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Rasio kemandirian dan rasio efektivitas PAD berpengaruh positif terhadap kemiskinan, namun rasio belanja modal berpengaruh negatif tidak signifikan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi sebagai variable intervening mampu memediasi rasio efektivitas PAD dan rasio belanja modal terhadap kemiskinan, namun tidak mampu memediasi rasio kemandirian keuangan daerah terhadap kemiskinan.
Copyrights © 2024