Penelitian ini menganalisis implementasi Digipay, platform digital pengadaan pemerintah, dalam konteks pemberdayaan UMKM dan penguatan gerakan Bangga Produk Indonesia melalui perspektif Neo-Weberian State (NWS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengumpulkan data dari berbagai sumber sekunder seperti artikel jurnal, laporan pemerintah, dan berita daring, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Digipay memfasilitasi akses UMKM ke pasar pemerintah, meningkatkan penjualan, dan mendukung pengembangan usaha melalui digitalisasi, serta berperan penting dalam mempromosikan dan memfasilitasi pembelian produk dalam negeri oleh instansi pemerintah. Implementasi Digipay juga mencerminkan karakteristik utama NWS, yaitu orientasi pada hasil, akuntabilitas dan transparansi, fleksibilitas dan responsivitas, serta profesionalisme berorientasi nilai publik. Meskipun demikian, implementasi Digipay menghadapi tantangan terkait infrastruktur dan literasi digital, perbedaan mekanisme antar bank, dan keterbatasan SDM. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur dan literasi digital, harmonisasi mekanisme platform, penguatan kapasitas SDM UMKM, perluasan fitur dan layanan, integrasi sistem, sosialisasi masif, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi Digipay dalam mendukung pengadaan pemerintah yang efisien, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyrights © 2024