Manajemen gudang yang tidak efisien dapat menimbulkan berbagai kendala dalam aliran material, yang pada akhirnya berdampak pada pemborosan waktu, peningkatan biaya, dan penurunan kualitas layanan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inefisiensi dalam pengelolaan gudang terhadap aliran material dan mengkaji bagaimana penerapan prinsip 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional gudang. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data melalui observasi dan dokumentasi. Penerapan 5S di gudang RSUD Ibnu Sina Gresik masih belum mencapai tingkat optimal menunjukkan bahwa kondisi gudang yang tidak efisien menyebabkan berbagai permasalahan, seperti waktu pencarian barang yang lama, kesalahan pengelolaan inventaris, peningkatan biaya operasional, serta kemacetan dalam aliran material. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa kendala seperti tidak ada ruang penyimpanan khusus untuk barang yang tidak diperlukan (Seiri), tidak ada penyediaan peta lokasi penyimpanan barang (Seiton), belom terlaksana inspeksi rutin untuk menjaga kebersihan sesuai standar (Seiso), belom terlaksana pemeliharaan rutin terhadap peralatan dan fasilitas kerja serta pelatihan rutin (Seiketsu), Selain itu, pelatihan berkala untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin kerja (Shitsuke) juga belum diterapkan secara konsisten. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun penerapan prinsip 5S memberikan perbaikan yang signifikan dalam kebersihan dan kerapian gudang, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mencapai penerapan yang lebih teratur dan efisien.
Copyrights © 2024