ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui makna lego-lego bagi masyarakat Soppeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun data yang di peroleh kemudian di analisis dengan deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan yakni : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Makna lego-lego bagi masyarakat Soppeng ialah sebagai tempat untuk bersantai dan tempat untuk melakukan berbagai aktivitas seperti menjemur jagung dan beras yang akan di jadikan tepung, Lego-lego juga sebagai tempat untuk menerima tamu yang tidak berkepentingan khusus. 2) Proses peralihan budaya lego-lego ke warkop terjadi di karenakan 3 faktor yaitu faktor perkembangan teknologi, faktor lingkungan dan faktor gaya hidup. 3) Interaksi masyarakat Soppeng di lego-lego dan warkop memiliki perbedaan di karenakan faktor perbedaan tempat yang menjadikan topik perbincangan menjadi sempit disaat berada di lego-lego dan menjadi luas saat berada di warkop, Namun hal tersebut juga memiliki positif negatif di karenakan disaat di lego-lego tidak perlu mengeluarkan biaya namun pada saat di warkop harus mengeluarkan biaya.
Copyrights © 2024