Moderasi beragama merupakan kebijakan pemerintah untuk menyikapi ekstrem beragama baik kiri maupun kanan di Indonesia. Kebijakan tersebut adalah baik karena berguna untuk menghadirkan kedamaian di tengah kemajemukan agama. Namun harus disadari bahwa hal itu juga dapat menyebabkan berkurangnya peran agama secara sosial. Agama yang seharusnya menjadi sumber bagi pembaharuan sosial, bisa ditumpulkan daya kritisnya dengan menjadikan moderasi beragama sebagai alasan. Artikel ini secara khusus bertujuan untuk mengungkap kontribusi orang Kristen dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis konsep moderasi Kristen berdasarkan Alkitab dan mengkaitkannya dengan praktik keberagamaan di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai Alkitab tentang moderasi Kristen terletak pada kesederhanaan, jalan tengah dan keseimbangan. Konsep ini dapat diimplementasikan dalam bentuk toleransi, inklusivitas, dan pengembangan dialog antaragama. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menunjukkan relevansi iman Kristen dalam mendukung program moderasi beragama dan dapat menjadi referensi bagi umat Kristen dalam berkontribusi dalam keragaman agama di Indonesia, secara khusus Kristen Protestan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa moderasi beragama memiliki implementasi dalam menguatkan nasionalisme di Indonesia, melalui militansi dan keimanan yang moderat.
Copyrights © 2024