Sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an, hadis telah menjadi fokus kajian mendalam oleh para pemikir berbagai kalangan, termasuk kaum orientalis. Perbedaan perspektif antara keduanya muncul karena tradisi keilmuan, kepercayaan, dan sudut pandang yang berbeda. Artikel ini mengkaji hadis dari perspektif orientalis dengan pendekatan metodologi kualitatif. Penelitian ini menjelaskan beberapa aspek penting, termasuk definisi orientalisme, sejarah kajian hadis di kalangan orientalis, serta pandangan mereka mengenai sunnah dan hadis. Kajian ini juga mencakup aspek penulisan, pembukuan, dan pemalsuan hadis menurut pandangan orientalis, serta bagaimana orientalis menilai otentisitas hadis. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa orientalis beranggapan bahwa hadis merupakan hasil kreasi kelompok Muslim generasi awal, bukan sebagai ucapan, perbuatan, atau persetujuan Nabi Muhammad SAW. Menurut pandangan mereka, hadis dianggap sebagai ucapan orang-orang biasa yang kemudian ditransmisikan dan dikaitkan dengan Nabi, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap keaslian dan otentisitasnya. Artikel ini memberikan wawasan mendalam mengenai pandangan orientalis terhadap hadis dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi persepsi mereka terhadap ajaran Islam.
Copyrights © 2024