Gum rosin merupakan hasil distilasi getah pinus yang terdiri dari asam rosin. Semakin baik kualitas gum rosin maka harganya akan semakin tinggi. Kualitas gum rosin yang dihasilkan PT Inhutani V masih memiliki tipe Water White (WW) sehingga perlu adanya perbaikan proses produksi agar kualitas dan harga gum rosin dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terpentin pada proses pemurnian getah pinus terhadap kualitas gum rosin. Proses pembuatan gum rosin melalui dua tahapan, yaitu pemurnian getah dan distilasi. Tahap pemurnian getah menggunakan pelarut terpentin bertujuan untuk menghasilkan larutan getah murni yang disebut Oleo Pine Resin (OPR). Tahap ini dilakukan dengan pemanasan pada suhu 85 oC disertai pengadukan dengan variabel konsentrasi terpentin 28,5%; 30,5%; dan 32,5% dari getah. Kemudian dilanjutkan dengan tahap distilasi pada suhu 175 oC selama 3 jam untuk menghasilkan gum rosin. Gum rosin hasil proses distilasi diuji warna, bilangan asam, titik lunak, dan komponen tidak menguapnya kemudian dibandingan dengan SNI 7636:2020. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi terpentin maka bilangan asam, titik lunak, dan komponen tidak menguap gum rosin semakin menurun. Hasil gum rosin terbaik yang memenuhi standar SNI 7636:2020 diperoleh pada penambahan terpentin 28,5% dengan warna 6,9, bilangan asam 193,19 mg KOH/g, titik lunak 81,5 oC, dan komponen tidak menguap 98,22%.
Copyrights © 2024