Relasi kuasa menjadi sebuah kenyataan yang selalu ada dalam kehidupan ini. Melalui berbagai macam realitas sosial yang terjadi, banyak bentuk relasi kuasa yang tercipta, salah satunya adalah melalui bahasa. Relasi kuasa yang demikian oleh Gramsci disebut sebagai Hegemoni Bahasa. Hegemoni Bahasa dapat terjadi di berbagai tempat, tidak terkecuali di dalam kultur kehidupan orang Jawa melalui bahasa Jawa Baku. Bahasa Jawa Baku sebagai sebuah bahasa konstruksi melahirkan adanya bahasa Ngoko dan Krama yang lalu memunculkan konsep “Kramanisasi” bahasa. “Kramanisasi” inilah yang lalu menjadikan bahasa “ngapak-ngapak” atau Panginyongan menjadi terhegemoni oleh keberadaan bahasa Jawa Baku. Salah satu hal yang dirasakan adalah ketika terjadi proses penerjemahan Alkitab bahasa Panginyongan. Gereja Kristen Jawa (GKJ) sebagai salah satu gereja yang menggunakan bahasa Jawa Baku sebagai bahasa resmi gerejawi terlihat masih terasa berat untuk menjadikan bahasa Panginyongan sebagai bahasa resmi gerejawi. Tulisan ini akan menyoroti sejauh mana peran Alkitab bahasa Panginyongan sebagai saran Counter Hegemoni terhadap hegemoni bahasa Jawa Baku di dalam lingkup gereja GKJ yang berada di daerah Banyumasan.
Copyrights © 2024