Artikel ini mengkaji gaya bahasa, diksi dan imajinasi: Analisis Metaforis Terhadap Tafsir juz ‘amma Anak Karya Roni Nugraha. Berbeda dengan tafsir anak pada umumnya yang cenderung kuat dalam visualisasi, tafsir anak karya Roni Nugraha lebih mengedepankan aspek gaya bahasa, imajinasi dan diksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir Juz ‘amma untuk anak cenderung dominan menggunakan gaya bahasa perumpanaan dibanding metafora. Di samping itu, tafsir juz ‘amma untuk anak, walau pun berelasi dengan dunia tafsir yang dianggap ilmiah dan serius, namun karena diberikan keterangan untuk anak, maka dalam tafsir tersebut banyak ditemukan diksi humor dengan harapan pembaca tidak cepat jenuh. Di samping diksi humor dan didaktik, diksi kritik sering digunakan Roni untuk mengkritik sikap intoleran, gaya hidup, tidak disiplin dan menyia-nyiakan waktu. Sementara imajinasi dalam tafsir juz ‘amma dimunculkan dalam upaya untuk menumbuhkan kesadaran pada kasih sayang Tuhan, kuasa dan keesaan Tuhan, untuk menumbuhkan sifat empati, dan untuk menumbuhkan rasa takut Translated with DeepL.com (free version)
Copyrights © 2024