Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi respons teologis Rasul Paulus dalam menghadapi tarik-menarik antara Yudaisme, Hellenisme, dan Kekristenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis hermeneutika, yang mengandalkan studi literatur terhadap teks-teks Alkitab, khususnya surat-surat Paulus, serta sumber sekunder berupa komentar teologis, buku akademik, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus berhasil memanfaatkan filsafat dan struktur sosial Greco-Romawi, seperti sistem patron-klien, untuk menyampaikan Injil dengan cara yang relevan dan efektif. Ia mengintegrasikan tradisi Yahudi dengan elemen budaya Hellenistik untuk menjawab tantangan doktrinal dan sosial yang dihadapi oleh jemaat mula-mula. Kesimpulannya, Paulus merupakan seorang teolog mandiri yang berhasil mengadaptasi ajaran Injil dalam konteks budaya yang berbeda, menciptakan pendekatan inklusif yang menekankan keselamatan melalui iman kepada Kristus. Kontribusinya memberikan dampak besar dalam perkembangan teologi Kristen hingga masa kini.
Copyrights © 2024