Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan strategi peningkatan nilai-nilai keislaman siswa di madrasah berbasis pondok pesantren, khususnya di MA Bustanul 'Ulum dan MA Ma’arif 8 Bangunrejo di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024. Dengan pendekatan kualitatif studi multisitus, penelitian ini mengkaji bagaimana perbedaan karakteristik geografis dan sosial-budaya mempengaruhi implementasi nilai-nilai keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Bustanul 'Ulum, yang berlokasi di lingkungan tradisional, mengintegrasikan nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan dan pengajaran akhlak dalam kurikulum, ditunjang dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti kajian kitab dan pelatihan kepemimpinan Islami. Sementara itu, MA Ma’arif 8 Bangunrejo yang berada di wilayah urban mengadopsi pendekatan lebih interaktif, dengan seminar dan diskusi tentang isu-isu keislaman kontemporer, serta pembelajaran yang berpusat pada siswa. Meskipun kedua madrasah menggunakan metode yang berbeda, keduanya berhasil mencapai tujuan yang sama dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman pada siswa. Penelitian ini juga menyoroti peran penting guru dan lingkungan pondok pesantren dalam proses ini, dengan MA Bustanul 'Ulum menekankan keteladanan langsung oleh guru, sementara MA Ma’arif 8 Bangunrejo lebih berfokus pada menciptakan lingkungan belajar yang mendukung refleksi dan diskusi. Temuan ini memberikan wawasan berharga mengenai adaptasi pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan modernitas tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional.
Copyrights © 2024