Penyandang disabilitas sering kali dihadapkan pada persoalan layanan pendidikan yang tidak ramah difabel. Akibatnya, sering kali penyandang disabilitas menghadapi diskriminasi layanan pendidikan yang tidak proporsional, yang berakibat pada buruknya layanan yang diperoleh di ruang publik. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui bentuk layanan non fisik dan fisik serta faktor yang mempengaruhi ketersediaannya di salah satu perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Bentuk layanan aksesbilibitas non fisik di Universitas Negeri Padang (UNP) berupa informasi dan layanan, serta operasional dan rancangan. Informasi dan layanan berbentuk pemberian informasi dan pendampingan khusus. Sementara itu, bentuk operasional dan rancangan berupa dokumen renstra lembaga, juknis PMB, dan juknis disabilitas; 2) Bentuk layanan aksesibiltas fisik yang ada di UNP yaitu adanya fasilitas sarana dan prasarana ramp, guiding block, jalur pendestrian, toilet disabilitas, tangga & handrail, informasi visual, rambu/marka, lift, parkir khusus disabilitas, tempat duduk disabilitas, panduan huruf braile, informasi audio, informasi visiual, dan laboratorium; dan 3) Faktor ketersediaan akses non fisik dan fisik di UNP ditentukan oleh beberapa faktor yaitu; komitmen dan kesadaran, database disabilitas, kebutuhan lembaga, kebijakan lembaga, dan akreditasi internasional. Semua faktor tersebut menjadi pendorong utama UNP memenuhi kebutuhan akses bagi para penyandang disabilitas.
Copyrights © 2025