Kum-kum Sinden merupakan sebuah ritual masyarakat di Dusun Sendang Made Kabupaten Jombang. Ritual ini sudah ada sejak zaman Raja Airlangga. Prosesi ini dilakukan untuk para sinden yang akan terjun didunia professional agar suaranya merdu, awet muda dan mendapatkan kelancaran. Kegiatan didalam kum-kum sinden awalnya dengan memandikan para sinden dengan air sendang yang ditaburi bunga. Dengan perkembangan zaman dan modernisasi kegiatan tersebut dipersingkat hanya dengan membasuh wajah sinden saja. Prosesi tersebut juga biasa disebut wisuda para sinden. Penyingkatan kegiatan ini tidak mengurangi esensi nilai-nilai yang terkandung, karena simbol yang ada sudah mewakili. Peserta sinden yang mengikuti kegiatan ritual terdiri dari berbagai umur, ada yang masih muda dan ada yang sudah tua. Prosesi ini menampilkan kesenian Ludruk khas Jawa Timur sebagai runtutan acara kum-kum sinden pada malam harinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan langkah observasi, wawancara langsung dengan narasumber, studi pustaka dan dokumentasi. Rekonstruksi Kum-Kum Sinden menjadi salah satu upaya agar ritual dan budaya lokal tidak terkikis oleh modernisasi. Selain menjadi edukasi budaya lokal kegiatan ini didukung penuh oleh pemerintah setempat untuk destinasi wisata baik untuk wisata asing ataupun lokal. Ritual Kum-Kum Sinden ini harus dilestarikan dan dokumentasi yang baik agar menjadi arsip penting untuk kehidupan tradisi dan budaya khususnya di Jawa.
Copyrights © 2024