Depresi merupakan masalah yang muncul karena adanya ketidakseimbangan antara tuntutan dan kemampuan sehingga terjadi gangguan baik Rohani maupun jasmani. Seorang yang mengalami depresi akan mengalami perasaan sedih yang berkepanjangan, sehingga muncul gejala emosional yang tidak stabil, rasa putus asa dan kehilangan minat dalam beraktivitas. Seni merupakan salah satu media terapi yang banyak digunakan dalam menjaga mental seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas tari kreasi Aceh sebagai media terapi yang dapat dilihat dari angka penurunan skor depresi pasien gangguan jiwa di IPWL Yayasan Kayyis Ahsana Aceh pasca terapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian yakni pada pasien rawat jalan yang mengalami depresi. Penilaian masing-masing pasien rawat jalan memiliki Skor depresi yang berbeda, dimulai dari gejala depresi, depresi ringan, depresi sedang dan depresi berat. Populasi pada penelitian ini adalah pasien depresi di IPWL Yayasan Kayyis Ahsana Aceh yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling dengan gerak tari kreasi Aceh sebagai instrumen. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen pendukung seperti observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektifitas tari Kreasi Aceh beserta musik iringan sebagai media terapi terhadap pasien gangguan jiwa mampu melepaskan stress dan menghadirkan kebahagiaan dengan aktivitas gerakan fisik yang dilakukan. Hal-hal yang didapatkan pasien diantaranya relaksasi dan pengurangan stress, ekspresi emosi, penyembuhan diri, keterlibatan sosial pembelajaran dan pertumbuhan pasien.
Copyrights © 2024