Sea cucumbers are one of the marine biological resources with high economic value in the market and promising market potential, both for local and export scales. Products that can be derived from sea cucumbers include raw materials for medicines, cosmetics, and as a protein source for humans. The high market demand has not been balanced by cultivation activities, whether on a small or large (intensive) scale. This situation results in the decreasing number of sea cucumbers in the wild, as collectors/fishers rely solely on capturing them from their natural habitat. Bulutui Villages, located in the West Likupang District of North Minahasa Regency, is a village where most of the residents depend on fishing, both for fish and sea cucumbers. The targeted sea cucumbers include almost all types found in the waters. This condition indicates that fishers do not yet understand the importance of sustainability and its impact on sea cucumber resources. The method used involves education and training to educate fishers about conservation and how to cultivate sea cucumbers in the waters of Bulutui Village. The training includes how to design sea cucumber cultivation containers and maintenance techniques using containers with the dimensions (L 1.5 x W 1.5 x H 0.7 m). Assistance to fishers is provided until the harvest period in October 2024. The outcomes produced include publications in accredited service journals, but more importantly, the results of this partnership program can benefit the community, especially the fishers of Bulutui Village, and can improve household economies. ABSTRAK Teripang laut (Sea Cucumber) merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran dan mempunyai peluang pasar yang menjanjikan, untuk skala lokal maupun ekspor. Produk yang dapat dihasilkan dari teripang laut adalah sebagai bahan baku untuk obat-obatan, kosmetika dan sebagai sumber protein bagi manusia. Tingginya permintaan pasar belum bisa diimbangi dengan kegiatan budidaya baik dalam skala kecil maupun besar (intensif). Situasi ini mengakibatkan jumlah teripang di alam semakin sedikit karena pengumpul/nelayan hanya mengandalkan penangkapan dari alam. Desa Bulutui yang terletak di Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara merupakan desa yang sebagian besar penduduknya bergantung dari pekerjaan sebagai nelayan ikan maupun teripang. Teripang yang menjadi target meliputi hampir semua jenis yang ditemukan di perairan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa nelayan belum memahami arti keberlanjutan serta dampaknya terhadap mata sumberdaya teripang. Metode yang digunakan melalui penyuluhan dan pelatihan guna mengedukasi nelayan tentang konservasi dan cara budidaya teripang laut di perairan Desa Bulutui. Pelatihan meliputi cara mendesain wadah budidaya teripang dan teknik pemeliharaan dengan menggunakan wadah berukuran (P 1.5 x L1.5 x T 0.7 m). Pendampingan terhadap nelayan dilakukan sampai dengan masa panen pada bulan Oktober 2024. Luaran yang dihasilkan adalah publikasi pada jurnal pengabdian yang terakreditasi, namun yang utama adalah hasil program kemitraan ini dapat bermanfaat kepada masyarakat khususnya nelayan Desa Bulutui, serta dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga.
Copyrights © 2025