Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi kebijakan JBM pada Masa Pandemi di Kemantren Umbulharjo, faktor pendukung dan faktor penghambat, serta Menganalisis kesenjangan implementasi antar- kelurahan di Kemantren Umbulharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini ialah dinas, pendamping JBM, dan juga warga Kemantren Umbulharjo. Data analisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari kondesnasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitiam menunjukkan bahwa (1) Implementasi kebijakan JBM di Kemantren Umbulharjo di tiap kelurahan berbeda. (2) Faktor pendukung implementasi ialah warga cenderung menerima keberadaan JBM dan juga adanya kerjasama dengan beberapa lembaga untuk pelaksaan JBM pada masa pandemi. Sementara itu, faktor penghambat implementasi kebijakan JBM pada masa pandemi di Kemantren Umbulharjo ialah masih terdapatnya warga yang pasif di beberapa wilayah. (3) Perbedaan implementasi tersebut menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan antar-kelurahan di dalam Kemantren Umbulharjo.
Copyrights © 2024