Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran proporsional siswa dalam memahami perbandingan senilai sebagai komponen mendasar dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan 41 siswa sebagai subjek kajian. Instrumen berupa tes terkait materi perbandingan senilai yang diadaptasi dari buku paket Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester 2. Dari jumlah tersebut, enam siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mewakili kategori kemampuan penalaran proporsional tinggi, sedang, dan rendah, yang kemudian dianalisis lebih lanjut melalui observasi minat belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa dengan minat belajar positif memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menerapkan konsep penalaran proporsional, meskipun masih menghadapi kesulitan dalam merepresentasikan hubungan proporsional secara visual melalui grafik dan menyusun argumen matematis yang kuat. Sebaliknya, siswa dengan minat belajar rendah mengalami kesulitan dalam memahami hubungan kovariasi, menggunakan strategi multiplikatif, dan menerapkan syarat penggunaan rasio.
Copyrights © 2025