Penelitian ini dilandasi rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika dengan kelompok heterogen, pada observasi didapati bahwa pada kegiatan diskusi kelompok didominasi oleh peserta didik dengan kemampuan mahir saja, sedangkan peserta didik dengan kemampuan berkembang dan butuh bimbingan sangat kecil kontribusinya dalam kegiatan diskusi kelompok. Penggunaan pendekatan TaRL dalam pembelajaran matematika diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan mengelompokkan peserta didik secara homogen berdasarkan tingkat kemampuan awal mereka agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart dengan analisis data deskriptif komparatif dengan membandingkan data hasil belajar peserta didik mulai dari pra-siklus hingga siklus 2. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, asesmen diagnostik, asesmen sumatif, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil asesmen diagnostik peserta didik dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkat mahir, berkembang, dan butuh bimbngan. Hasil dari penelitian yang didapatkan yaitu penggunaan pendekatan TaRL pada pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Data kenaikan rata-rata hasil belajar peserta didik yang diperoleh yaitu naik dari pra-siklus sebesar 38,33 menjadi 69 pada siklus 1 namun masih belum mencapai KKM yang ditetapkan sekolah sebesar 75, dan naik menjadi 92,17 pada siklus 2 serta sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah. Penelitian ini menitik beratkan pada pemenuhan kebutuhan peserta didik yang berbeda berdasarkan tingkat pemahaman awal mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kegiatan pembelajaran yang inovatif untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah.
Copyrights © 2024