Penelitian ini membahas perspektif deontologi dan teleologi terhadap koreografi tarian latar dalam lagu anak "Kala" dan "Rosmani" yang dibawakan oleh penyanyi Amriz Arifin di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, di mana data yang dikumpulkan baik tertulis maupun lisan dianalisis sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan. Teori yang digunakan adalah teori deontologi dan teleologi, serta konsep koreografi dari Y. Sumandyo Hadi dan bentuk tari dari Soedarsono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tarian latar dalam lagu-lagu tersebut tidak selaras dengan makna lagunya dan tidak sesuai dengan norma adat Minangkabau, baik dalam aspek gerak maupun kostum. Kehadiran tarian latar yang tidak sesuai dengan adat ini dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif, baik bagi penari latar, masyarakat, maupun keberlanjutan nilai-nilai adat di Minangkabau
Copyrights © 2024