Pemenuhan kebutuhan air minum merupakan salah satu program pemerintah untuk mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Salah satu parameter penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum adalah sistem distribusi yang baik. Kecamatan Palang merupakan salah satu daerah pelayanan dari Perumda Air Minum Tirta Lestari. Namun, data tahun 2023 menunjukan bahwa Palang mempunyai presentase kebocoran tertinggi sebesar 36,16% dibandingan dengan semua wilayah pelayanan Perumda Tirta Lestari. Kebocoran tersebut terjadi pada pipa distribusi dan pipa sekunder sehingga hal tersebut menyebabkan gangguan distribusi air ke pelanggan terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi sistem distribusi air minum dan pengembangan pada jaringan perpipaan di UPK Palang melalui analisis model hidrolik distribusi air minum untuk 10 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan Software EPANET 2.2 untuk analisis data. Hasil analisis jaringan pipa eksisting secara keseluruhan menunjukkan bahwa tekanan sudah memenuhi kriteria standar. Namun, terdapat beberapa pipa dengan kecepatan aliran yang masih di bawah 0,3 m/detik. Selain itu, ada satu pipa yang memiliki headloss melebihi standar, yaitu sebesar 27,41 m/km. Sehingga pada pengembangan tahap I dilakukan perbaikan dengan penambahan pipa paralell dan setelah dilakukan penambahan pipa paralel terjadi penurunan headloss dari 27,41 menjadi 6,51 m/km. Kebutuhan air pengembangan pada tahap I dan tahap II menggunakan kapasitas debit air yang tersedia dan kebocoran 20%, kapasitas air eksiting masih dapat mencukupi kebutuhan air selama 10 tahun kedepan dengan total kebutuhan rata-rata pemakaian air yaitu 33,3 liter/detik pada tahun 2028 dan 36 liter/detik pada tahun 2033.
Copyrights © 2024