Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi isu penyalahgunaan dana APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh) dalam pembangunan asrama Aceh di Yogyakarta melalui film The Contractor dengan pendekatan analisis wacana kritis. Isu penyalahgunaan dana publik sering menjadi perhatian utama dalam diskusi tentang transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Film The Contractor menggambarkan penyalahgunaan dana dalam pembangunan asrama Aceh, menampilkan cerita yang tidak hanya fiktif tetapi juga merefleksikan realitas sosial dan politik. Dengan menggunakan model analisis wacana kritis Norman Fairclough, penelitian ini memeriksa bagaimana bahasa dan representasi visual digunakan untuk membentuk persepsi penonton, mengungkap ideologi tersembunyi, serta menyoroti dinamika kekuasaan yang terlibat. Melalui tiga dimensi analisis Fairclough - teks, praktik teks, dan praktik sosial budaya - serta intertekstualitas dan interdiskursifitas, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara teks dan konteks sosial budaya yang lebih luas. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini secara efektif mengangkat isu penyalahgunaan dana APBA, mengkritik praktik korupsi, dan menyoroti pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik. Film ini juga memiliki potensi besar untuk mempengaruhi persepsi masyarakat dan mendorong perubahan sosial-politik yang positif. Penelitian ini menegaskan pentingnya media sebagai alat kritis dalam mengungkap ketidakadilan dan mempengaruhi transformasi sosial.
Copyrights © 2024