Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terhadap masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Dayak Meratus di Desa Hinas Kiri. Keterbatasan akses infrastruktur, bahasa, dan budaya di daerah terpencil menjadikan penyampaian pesan pemerintah sebagai tantangan signifikan. Penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam strategi komunikasi yang diterapkan, serta perlunya pendekatan berbasis budaya untuk membangun hubungan yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Metode kualitatif digunakan dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara dengan Aparatur Sipil Negara, Pembakal Desa, dan Kementerian Sosial. Hasil menunjukkan bahwa meskipun ada kesenjangan dalam akses informasi, strategi komunikasi yang melibatkan dialog dengan tokoh masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kemitraan antara pemerintah dan KAT serta perlunya inovasi dalam metode komunikasi untuk mencapai keberhasilan program pembangunan yang inklusif.
Copyrights © 2024