Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan masalah ginekologi yang dialami oleh 40-80% remaja putri, dikarenakan pada usia ini terjadi optimalisasi fungsi saraf rahim sehingga sekresi prostaglandin menjadi lebih meningkat. Akibat yang mungkin terjadi antara lain penurunan kualitas hidup, terhambatnya aktivitas sosial, pemaksaan istirahat, penurunan kinerja dan penurunan aktivitas sehari-hari, sehingga banyak remaja putri yang tidak konsentrasi di sekolah atau bahkan tidak mengikuti aktivitas akademik. Masih banyak remaja awal yang tidak tahu bagaimana upaya penanganan nyeri dismenore yang tepat bahkan remaja putri cenderung mengabaikan nyeri dismenore daripada megatasinya. Tujuan:Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja dalam penanganan nyeri dismenore. Metode: Analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMP Negeri 10 Denpasar sebanyak 547 siswi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 232 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada siswi SMP N 10 Denpasar Utara yang sesuai dengan kriteria iklusi dan jumlah sampel perkelas. Hasil: Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan remaja putri tentang penanganan nyeri dismenore dalam kategori baik sebanyak 44 orang (19,0%), Cukup sebanyak 52 orang (22,4%) dan kurang sebanyak 136 orang (58,6%). Kesimpulan: Diharapkan pihak sekolah dapat memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran remaja putri terkait dismenore agar remaja memiliki pengetahuan yang baik dalam penanganan nyeri dismenore.
Copyrights © 2024