Ekspresi: Indonesian Art Journal
Vol 13, No 1 (2024)

Transformasi Orkes Dangdut Menjadi Orkestra Dangdut dalam Perspektif Sosial Budaya: Kidung Etnosia

Sakti, Aditya Susilo (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2024

Abstract

AbstrakDangdut adalah jenis musik populer di Indonesia. Melihat perkembangannya, tentu tidak terlepas dari elemen-elemen musiknya. Perkembangan tersebut juga terjadi pada kelompok musik Kidung Etnosia di Wonosari. Kajian terhadap musik dangdut pada dasarnya merupakan sebuah kajian tentang bentuk, struktur, orkestrasi, gaya dan sejumlah komponen musik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis bentuk dan struktur sajian kolaborasi musik dangdut dengan alat musik Barat pada kelompok musik Kidung Etnosia dalam konteks perubahan sosial budaya dan ekonominya. Untuk mencapai pemahaman yang menyeluruh terhadap masalah yang dikaji, digunakan paradigma antropologi yaitu Strukturalisme Levi-Strauss. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui pengamatan terlibat (participatory observation), wawancara, dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa masyarakat Wonosari mampu menerima sajian orkestra dangdut karena sajiannya tidak meninggalkan unsur dangdut asli. Sajian orkestra dangdut merupakan bagian dari seni yang mengalami perubahan dalam konteks perubahan sosial budaya dan ekonomi masyarakat Wonosari. Sebagai kota yang kaya akan seni budaya lokal di dalamnya termasuk Kidung Etnosia yang awalnya hanya memainkan genre musik karawitan, kerocong, dangdut, campursari dengan format asli kini sudah mengalami perubahan yang membawa energi positif untuk membuka wawasan masyarakat khususnya Wonosari tentang musik Barat. Tentunya dengan tanpa meninggalkan kaidah-kaidah dalam musik aslinya.Kata kunci: Dangdut, Orkestra Dangdut, Sosial Budaya AbstractDangdut is a type of popular music in Indonesia. Seeing its development, of course it cannot be separated from its musical elements. This development also occurred in the music group Kidung Etnosia in Wonosari. The study of dangdut music is basically a study of form, structure, orchestration, style and a number of other musical components. This study aims to identify and analyze the form and structure of the performance of dangdut music collaboration with Western musical instruments in the Song of Ethnosia music group in the context of socio-cultural and economic changes. To achieve a thorough understanding of the problems studied, an anthropological paradigm, namely Levi-Strauss Structuralism, is used. This research is a qualitative research with data collection through participant observation, interviews, and literature studies. Based on the results of the research, it can be seen that the Wonosari people are able to accept dangdut orchestral performances because the performances do not leave the original dangdut elements. Dangdut orchestra performances are part of the arts that have undergone changes in the context of socio-cultural and economic changes in the Wonosari community. As a city that is rich in local cultural arts, including the Song of Ethnosia, which initially only played the musical genres of karawitan, kerocong, dangdut, campursari with the original format has now undergone a change that brings positive energy to open people's insight, especially the Wonosari people, about Western music. Of course, without leaving the rules in the original music.Keywords: Dangdut, Dangdut Orchestra, Socio-Cultural

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ekspresi

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

EKSPRESI is a double-blind peer-reviewed international journal published twice a year in April and October. Ekspresi published by Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas, art creation, and community service activities in the fields of ...