Cabai keriting (Capcicum Annum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan. Secara umum cabai merah keriting kaya akan vitamin dan nutrisi, antara lain vitamin B1 dan C, kalori, protein, lemak, dan karbohidrat (Firman, 2024). Dalam budidaya cabai terdapat beberapa patogen penting yang menyerang, seperti virus. Virus pada cabai dapat terbawa oleh serangga vektor seperti Bemisia tabaci, dan Aphis gossypii (Renfiyeni et al., 2023). Penelitian ini dilakukan pada lahan petani budidaya cabai kelurahan Darma, Kabupaten Polewali Mandar. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan kriteria yaitu tanaman cabai berumur ± 2 bulan setelah tanam dan memiliki populasi tanaman ± 200 tanaman. Penetapan sampel tanaman diambil secara diagonal dengan lima titik pengamatan, masing-masing titik diambil 8 sampel tanaman secara acak. Jumlah populasi per unit yaitu sebanyak 40 tanaman. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa penyakit virus mosaik (CMV) yang ter infeksi pada tanaman cabai keriting masih sangat tinggi. Penyebaran penyakit virus dibantu oleh serangga vektor kutu daun yang tidak dapat diatasi oleh petani cabai keriting di Mammi, Kelurahan Darma, Kabupaten Polewali Mandar.
Copyrights © 2024