TASWIN (2020205040). Analisis Permintaan Kedelai Impor dan lokall SebagaiBahan Baku Pembuatan Tahu Pada Sentra Pembuatan Tahu Di DesaSugiwaras Kecamatan Wonomulyo. Di bimbing oleh Bapak Ishak Maggabaranidan Bapak Hasanuddin KandatongKedelai impor adalah kedelai yang diimpor dari negara lain seperti AmerikaSerikat, Argentina, dan Brasil untuk memenuhi kebutuhan industri pangan diIndonesia. Kedelai impor memiliki kualitas yang lebih baik dan harga yang lebihmurah dibandingkan dengan kedelai lokal. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui mengapa pemilik usaha tahu lebih memilih kedelai impor dibandingkan kedelai lokal Di Desa Sugiwaras Kecamatan WonomulyoKabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Mei 2024sampai juli 2024 di Desa Sugiwaras Kecamatan Wonomulyo KabupatenPolewali Mandar. Metode yang di gunakan pada penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif. Analisis kuantitatif dengan menggunakan teori MartinFishbein. Elemen utama dari model ini yaitu kekuatan kepercayaan/ keyakinan(belief strenght), dimana kemungkinan diyakini dari hubungan antara suatuobjek dengan ciri-ciri yang relevan dan evaluasi (belief /evaluation), yaitumencerminkan seberapa baik produsen menilai suatu ciri. Analisis multi atributFishbein yaitu untuk mengetahui permintaan kedelai impor dan lokal sebagaibahan baku pembuatan tahu di Desa Sugihwaras. Berdasarkan hasil penelitiannilai sikap kedelai lokal sebesar 41,21 sedangkan pada kedelai impor memilikinilai sikap sebesar 47,36. Berdasarkan hal tersebut produsen tahu di DesaSugihwaras menganggap kedelai impor lebih baik dibandingkan kedelai lokal,Sehingga produsen tahu lebih memilih kedelai impor sebagai bahan bakupembuatan tahu di bandingkan kedelai lokal.
Copyrights © 2024