Tanaman buncis merupakan sayuran berprotein nabati yang termasuk dalam famili kacang-kacanganyang berbentuk semak atau kolom dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Terdapatinteraksi antara kotoran faring dan POC kulit pisang yang memberikan pengaruh paling baik terhadappertumbuhan dan hasil buncis. Serasah burung walet memberikan pengaruh paling baik terhadappertumbuhan dan hasil kacang. POC kulit pisanglah yang mempunyai pengaruh paling baik terhadappertumbuhan dan hasil biji. Pemanfaatan pupuk limbah walet dan POC kulit pisang untukpertumbuhan tanaman dan produksi kacang-kacangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikaninformasi kepada para petani dan pedagang buncis serta dapat menjadi bahan referensi untukpenelitian lebih lanjut mengenai peningkatan produksi buncis. Metode yang digunakan dalampenelitian ini menggunakan RAK dengan struktur faktorial dua faktor, yang pertama adalah pupukkandang burung walet (W) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: W1: pupuk kandang burung walet 1,5kg/petak W2: kotoran burung angsa. 3 kg per petak W3 : pupuk instan 4,5 kg per petak Faktor lainnyaadalah penggunaan POC Kulit Pisang (K) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan pada penelitian inidan masing-masing kombinasi diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit penelitian dan masing-masingunit . Tanaman pada unit penelitian berjumlah 9 tanaman, sehingga jumlah tanaman yang digunakansebanyak 108 tanaman.
Copyrights © 2024