Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar total pendapatan yang diperoleh produsen tumpi-tumpi atau pupu yang terdapat pada usaha mikro kube siarioi di desa rappang barat, pengambilan sampel dilakukan melalui teknik observasi dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa harga penjualan dari pesanan lansung masyarakat berbeda karena pelanggan memilih untuk membeli barang secara pribadi. Harga Rp. 10.000/10 biji diberikan kepada pedagang kecil karena mereka akan menjual kembali atau dijual langsung ke pedagang besar yang ada di pasar. Produksi tumpi-tumpi menghasilkan biaya tetap produksi sebesar Rp2.675.000, biaya variable sebesar Rp4.000,00, dan pendapatan untuk saluran tipe 1 sebesar Rp495.000 dan saluran tipe 2 sebesar Rp270.000. Pemerintah harus memprioritaskan usaha-usaha kecil (KUBE) dengan memberikan dana atau alat-alat produksi dan alat pembantu lainnya.
Copyrights © 2024