Komponen yang memiliki kandungan cukup besar didalam minyak kayu putih adalah   sineol dan dijadikan sebagai penentu kualitas minyak kayu putih dalam perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas minyak kayu putih hasil penyulingan pada industri kecil skala rumah tangga di Maluku untuk memetakan kualitas minyak kayu putih di Maluku. Pengambilan sampel minyak kayu putih dilakukan disetiap lokasi penyulingan dan wawancara dengan perajin untuk memperoleh data. Pengujian kualitas minyak kayu putih menggunakan SNI 06-3954-2001 dan kadar sineol menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas minyak kayu putih di Pulau Buru dengan sistem penyulingan masih menggunakan ketel berbahan kayu menghasilkan kadar sineol tergolong pada level pertama (P) dengan kisaran 24-44%. Dari 9 lokasi dijumpai 6 lokasi berkualitas baik dan 3 lokasi telah melakukan pencampuran dengan minyak yang lain dengan kadar sineol 8-16%. Di Seram Bagian Barat kualitas minyak kayu putih sangat baik dengan kadar sineol tergolong pada level pertama (P) dan utama (U) dengan kisaran 24-64%. Dari enam belas lokasi dijumpai 7 lokasi yang masih menggunakan ketel kayu. Di Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara Barat (MTB) kualitas minyak kayu putih sangat baik dengan kadar sineol tergolong pada level pertama (P) dan utama (U) dengan kisaran kadar sineol 36-60%.
Copyrights © 2016