Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan efisiensi Pemerintah Daerah Sidenreng Rappang dalam merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data laporan realisasi APBD tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, dianalisis menggunakan rasio keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian finansial Sidenreng Rappang belum sepenuhnya mandiri dan masih mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat. Efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan fluktuasi yang signifikan, dan rasio efisiensi mencerminkan komitmen peningkatan efisiensi belanja. Rasio belanja operasional atau belanja tidak langsung yang jauh lebih tinggi dibandingkan belanja modal menunjukkan bahwa pemerintah lebih fokus pada belanja operasional sehari-hari dibandingkan mengalokasikan untuk pembangunan daerah. Lebih lanjut, pertumbuhan pendapatan daerah di Sidenreng Rappang mengalami variasi antara tahun 2020 dan 2022, dimana pertumbuhan pada tahun 2021 diikuti penurunan pada tahun 2022. Meski demikian, PAD menunjukkan perubahan yang positif.Kata kunci : Efektivitas PAD, Efisiensi Belanja Daerah.
Copyrights © 2024